Month: May 2020

Rekomendasi Cat Terbaik Dalam Melakukan Mural

Rekomendasi Cat Terbaik Dalam Melakukan Mural – Agar lukisan dinding atau mural yang Anda buat menghasilkan karya yang indah serta tahan lama, berikut ini beberapa jenis cat terbaik untuk melukis dinding atau mural.

Melukis sebuah mural di tembok ataupun dinding merupakan alternatif sempurna daripada penggunaan wallpaper.

Dalam proses pembuatan lukis mural, salah satu langkah yang paling penting adalah memastikan bahwa Anda memilih material cat yang tepat untuk pekerjaan membuat mural tersebut.

Seindah apapun desain lukisan dinding Anda, jika cat yang digunakan tidak sesuai atau memiliki kualitas yang kurang bagus, akan berdampak kepada hasil lukisan Anda.

Agar lukisan dinding atau mural yang dihasilkan bagus, Anda harus memilih jenis cat yang memiliki kualitas terbaik untuk melukis dinding. slot online

Yang tidak kalah penting sebelum membuat mural, tentunya Anda harus mengetahui bagaimana persiapan hingga tata cara yang baik dan benar dalam membuat mural.

Semua itu bisa Anda lihat karena kami sudah merangkumnya di Cara Membuat Mural Yang Baik dan Benar untuk Menghasilkan Karya Yang Mengagumkan.

Berikut ini beberapa jenis cat untuk melukis dinding, yang tentunya merupakan cat terbaik untuk melukis dinding atau mural.

Rekomendasi Cat Terbaik Dalam Melakukan Mural

Cat Dasar Untuk Melukis Dinding Yaitu Cat Latex

Kunci ketika melukis mural adalah memastikan penggunaan dasar yang terbaik untuk desain anda, untuk itulah menjadi penting untuk mengaplikasikan cat pelapis dasar.

Jenis cat yang memiliki kualitas terbaik untuk melukis dinding yaitu Cat Latex. Cat Latex ini digunakan sebagai cat dasar dalam membuat lukisan dinding atau mural.

Cat latex adalah jenis cat yang tidak beracun, cat yang tidak gampang terbakar serta mudah dibersihkan, dan memiliki kemungkinan yang jauh lebih kecil untuk mengelupas, cepat kering, dapat bertahan dalam jangka waktu lama, dan menjadikannya material ideal untuk dijadikan dasar bagi lukis mural.

Cat Terbaik Untuk Melukis Desain Mural Utama Yaitu Cat Akrilik

Jenis cat yang cocok untuk digunakan pada saat melukis desain mural utama sangat berfariasi, tergantung dari desain yang digunakan serta media gambar tersebut.

Tipe cat yang digunakan untuk desain mural utama tergantung juga dari tipe desain yang diperlukan. Jika areanya relatif kecil, cat akrilik menjadi pilihan yang ideal karena pilihan pigmen warna yang memang beraneka ragam.

Cat-cat akrilik mural tersebut relatif terjangkau dan sempurna untuk menghasilkan warna yang maksimal.

Cat Terbaik Untuk Penutup Kembali/Varnish

Ketika mural yang dikerjakan sudah mengering, agar menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik gunakan cat untuk penutup.

Salah satu cat terbaik yang digunakan untuk penutup atau penyempurna lukisan dinding Anda yaitu Varnish yang berbahan dasar air.

Varnish tersebut perlu pula dicocokkan apakah cocok dengan cat mural yang telah digunakan. Jika iya, maka keberadaan varnish ini akan membantu memperpanjang umur hidup mural.

Biasanya cara menggambar atau melukis mural yaitu di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya yang desainnya bebas. Sedangkan Grafiti adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu.

Jadi, perbedaan mural dengan graffiti yaitu jika mural gambar yang dibuat lebih bebas dan luas, sedangkan untuk graffiti berupa tulisan atau kata-kata. Dan biasanya graffiti lebih sering dibuat dengan menggunakan cat semprot dan mural menggunakan cat akrilik.

Baik grafiti ataupun mural, keduanya harus dibuat menggunakan cat yang tepat. Berikut ini beberapa jenis cat terbaik untuk melukis baik mural maupun grafiti.

Merk Cat Terbaik Untuk Membuat Mural

Rekomendasi Cat Terbaik Dalam Melakukan Mural

Dalam Proes pembuatan lukis mural, salah satu langkah yang paling penting adalah memastikan bahwa Anda memilih material cat yang tepat untuk pekerjaan membuat mural tersebut.

Agar lukisan dinding atau mural yang dihasilkan bagus, Anda harus memilih jenis cat yang memiliki kualitas terbaik untuk melukis dinding.

Berikut ini beberapa merek cat terbaik untuk melukis dinding.

Merk Cat  Latex Terbaik

1. Benjamin Moore – Aura

Cat ini merupakan cat berkualitas terbaik. Dimana warna yang disuguhkan dari cat ini sangat kaya, cat tebal yang memberikan hasil akhir yang indah. Selain itu juga daya tahan yang luar biasa, tahan jamur.

Merk cat yang satu ini tidak ada kandungan VOC* (Volatile Organic Compound) yaitu bahan/senyawa organic yang mudah menguap yang dihasilkan berupa gas dari beberapa bahan padat atau cair, dan aroma bau cat yang hampir tidak ada karena sangat rendah.

Cat ini memiliki kualitas melekat yang baik dan juga sangat tahan lama. Meskipun perlu diketahui, bahwa merek cat ini sangat mahal.

Jika Anda membutuhkan cat yang berkualitas tinggi, maka tidak ada salahnya membeli cat dengan harga lumayan namun menghasilkan yang terbaik. Beberapa orang lebih menyukai merek ini daripada jenis merek cat lainnya.

2.Glidden Diamond

Glidden Diamond, interior cat akrilik 100% dan primer memberikan daya tahan luar biasa dan ketahanan noda yang luar biasa. Semua noda dan cenderung tidak menempel di dinding.

Ini sangat baik untuk warna dasar sebuah mural.

Cat ini sapat menutup noda-noda di dinding, juga mempunyai garansi seumur hidup. Tidak ada kandungan VOC* dan juga berbau rendah, hampir tak ada bau cat.

3.Pittsburgh Paints – Manor Hall (interior atau interior / eksterior)

cat terbaik untuk mural

Pittsburgh Paints telah ada selama lebih dari 100 tahun. Cat ini sangat berkualitas dan Manor Hall adalah satu diantara merek cat terbaik.

Cat ini sangat cocok sebagai cat dasar untuk melukis mural. Agar mural tidak cepat mengelupas atau pudar.

Cat ini juga memberikan efek glossy. Rata-rata cat ini adalah favorit seniman karena tekturnya yang lembut. Harganya lebih mahal dari cat murah, namun tidak semahal cat lateks berkualitas tinggi lainnya.

4.Sherwin -Williams – Emerald

Ini adalah keluaran cat baru dari Sherwin-Williams. Cat Sherwin-Williams ini juga mempunyai kualitas tinggi dengan finishing yang mulus, cakupan dan daya tahan yang bagus.

Cat ini agak lebih mahal daripada Pittsburgh, tapi jika Anda tidak dapat menemukan cat Pittsburgh di toko-toko, mungkin ini cat ini bisa dijadikan pilihan kedua yang bagus.

5.Dulux Latex Matt

Dulux Latex Matt adalah emulsi lateks putih berkualitas tinggi untuk dinding dan langit-langit dengan finishing matt. Berkat formula Diamond Technology modern, ia membuat lapisan tahan lama dan tahan aus.

Produk ini disarankan agar dicat dengan kuas atau roller. Jangan mengencerkan emulsi. Aplikasikan 2 lapis cat, 2-4 jam selain menerapkan lapisan sebelumnya. Aplikasikan cat yang banyak dan merata ke rol atau sikat, sebarkan secara menyeluruh untuk mendapatkan lapisan yang seragam. Lepaskan lukisan itu segera setelah melukis.

Ini merupakan cat alternatif jika Anda tidak dapat menemukan merk luar di Indonesia.

6.Mowilex

Mowilex banyak tipe dari jenis cat ini. Namun untuk jenis cat dasar Miwolex Emulsion merupakan cat tembok interior yang tersedia dalam berbagai pilihan warna, dibuat dengan menggunakan formulasi bahan khusus bermutu tinggi sehingga menutup dengan sempurna dan memberikan sentuhan warna- warni cemerlang untuk segala ruangan.

Cat emulsi ini berbahan dasar veova bermutu tinggi dengan hasil akhir yang tidak mengkilap, namun tetap cemerlang dan mampu menciptakan kesan yang mewah dan elegan.

Cat tembok ini akan memberikan hasil akhir yang halus, dapat dicuci bila terkena noda dan tidak mudah mengapur.

7.Merk Cat Akrilik Terbaik

Setiap seniman mural akan memilih merek cat akrilik pilihannya sendiri berdasarkan faktor-faktor seperti warna dan konsistensi mulai dari teksture yang lembut sampai kasar maupun dari yang agak padat hingga yang cair.

Jika Anda ingin membeli cat akrilik, pilihlah beberapa warna cat akrilik yang berkualitas tinggi dengan harga yang lumayan mahal, dibandingkan  harga murah namun hasil akhir dari mural tidak maksimal.

Perlu diketahui bahwa, biasanya bagi pemula cat akrilik yang dipilih lebih murah dibanding dengan yang kualitas tinggi, karena cat akan cepat habis karena untuk berlatih namun semua cat tetap harus mempunyai kualitas yang baik agar daya tahan dan hasil akhir yang baik pula.

Pilihan merek adalah bersifat pribadi, sesuai selera dan kebutuhan Anda. Banyak pro yang menurut pengguna hal baik dan kontra yang menganggap merk cat tersebut kurang baik.

Berikut merk cat terbaik dari berbagai sumber.

8.Winsor dan Newton Artist’s Acrylics

W & N meluncurkan rangkaian cat akrilik ini pada bulan Januari 2009 untuk menggantikan seri Finity . Ini memang produk yang berbeda dari sebelumnya yaitu memiliki waktu kerja lebih lama dari basah sampai kering. Dan hasil akhirnya satin (bukan gloss).

Warnanya kaya yaitu dengan 17 pilihan warna terbaru, intens, dan jenuh, dengan konsistensi yang lembut. Merek ini adalah pilihan yang bagus untuk pemula karena menyediakan berbagai pilihan warna dan melukis untuk bereksperimen.

Cat ini juga tersedia di berbagai toko online, mudah dicampur dan dibersihkan.

Pro: Pigmen tinggi, mixes dengan baik, kemasan menarik dan nyaman, beragam warna.

Kontra: Waktu pengeringan yang lambat, tidak banyak ukuran yang tersedia, beberapa pilihan warna berubah.

9.Golden Artist Acrylics

Golden adalah berasal dari perusahaan Amerika yang dibuat khusus untuk menghasilkan cat akrilik berkualitas tinggi bagi para seniman. Golden menyediakan berbagai warna cerah.

Konsistensi catnya seperti mentega, halus dan lembut yang bisa ditipiskan agar mudah dilapisi, dan cepat mengering tergantung jenis cat golden yang digunakan.

Pro : varian dari merek cat Golden Artist Acrylics dengan berbagai konsistensi mulai dari yang sangat bermentega sampai yang ringan.

Kontra : Mahal, pengeringan yang cukup lama

Perjalanan Srihadi Soedarsono Berkarya

Perjalanan Srihadi Soedarsono Berkarya – Maestro seni lukis Indonesia Srihadi Soedarsono berkarya seperti tak mengenal batas waktu. Di usianya yang makin uzur, tangannya tidak berhenti menggores cat pada tubuh kanvasnya. Berbagai karya terus mengalir dari pengalaman kontemplasinya terhadap realitas yang ada.

Beberapa waktu lalu, ia memberikan sebuah lukisan berukuran 2×1,7 meter kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Karya itu merupakan pengembangan ide lukisan dari goresan huruf S berwarna merah yang dibuat Jokowi sebelumnya.

Pada kuarter pertama 2020, pelukis legendaris Indonesia ini akan menggelar pameran tunggalnya di Jakarta. Pameran ini bertajuk “Srihadi Soedarsono-Man x Universe” bertempat di Galeri Nasional Jakarta, 11 Maret-9 April 2020.

Tema universe (artinya: semesta) dipilih sebagai pantulan refleksi seniman kelahiran Solo, 4 Desember 1931 itu atas catatan-catatan tentang ingatan-ingatannya yang dituangkan lewat kanvas. slot online indonesia

Karena itulah, banyak orang menyebut karyanya sebagai catatan sejarah. Ia tidak hanya berperan sebagai seorang pelukis, tapi sekaligus jurnalis yang dengan telaten merekam setiap peristiwa sejarah manusia dalam kanvasnya.

Sekiranya ada 44 karya yang akan ditampilkan dalam pameran ini, dengan 38 di antaranya merupakan karya terbarunya selama periode 2016-2019.

Kembali ke Galnas Jakarta mengingatkan kembali memori publik akan pameran karyanya tigabelas tahun lalu, ketika ia menampilkan 400 karya sketsa, drawing, dan cat air di atas media kertas dari kurun waktu berkaryanya selama 1946-2007.

Perjalanan Srihadi Soedarsono Berkarya

Belum lama ini, Srihadi juga memamerkan karya-karyanya berupa sketsa-sketsa, beberapa lukisan dengan medium cat minyak, serta lelang lukisan untuk amal di Galeri Nasional Jakarta, medio Februari 2016.

Selain pameran, momentum ini dipakai Srihadi untuk meluncurkan buku dengan judul yang sama dengan tema pameran. Buku ditulis oleh Siti Farida Srihadi dan penulis Prancis Jean Couteau.

Menggaris batas waktu 1946 sebagai tahun memulai karya, maka Srihadi sudah melewati sekitar 74 tahun berkarya dalam dunia seni lukis Indonesia.

Kritik Sosial

Dalam media gathering di JJ Royal Brasserie, Jakarta, Rabu (26/2), Srihadi tampak berusaha menarik batas yang jelas antara proses kreatif dan politik.

Meski catatan yang dituangkan lewat kanvas dalam pameran ini sarat kritik sosial, ia tidak mau terlalu vulgar berbicara tentang politik dalam karya-karyanya itu.

“Tidak ada perubahan dalam diri saya. Soal politik itu tidak mempengaruhi saya, baik semasa Soekarno maupun Jokowi. Kondisi lingkungan yang membuat saya terus berkarya,” katanya, melansir liputan6.com.

Kurator pameran Rikrik Kusmara mengungkapkan, karya-karya Srihadi dalam pameran ini merupakan pendekatan baru sang pelukis dalam mengekspresikan realitas, sebab menampilkan metafor dan simbol yang cukup kompleks.

Idiom-idiom itu ditangkapnya selama pergolakan sosial politik di Indonesia sepanjang 2016-2019, di mana terjadi banyak peristiwa penting yang patut direkam, tidak saja lewat medium jurnalistik, tapi juga lukisan.

Rikrik kemudian mengelompokkan puluhan karya Srihadi ke dalam empat rumpun besar, yaitu kritik sosial, dinamik, manusia dan alam, dan kontemplasi.

“Hampir tiga tahun menghasilkan 38 karya baru, tentu ada makna sesuatu di balik-karya itu. Melalui pameran ini pun pengetahun masyarakat luas terhadap karya Srihadi Soedarsono yang masih aktif berkarya akan bertambah,” katanya.

Sementara itu, Jean Couteau menilai, garis lukisan Srihadi terlihat sederhana, tapi memiliki makna yang tidak sederhana dan kompleks. Karena itu, publik perlu memiliki kecerdasan visual untuk menyerap pesan-pesan yang disampaikan.

Memang, pada dasarnya karya-karya Srihadi memiliki proses yang panjang. Mula-mula karyanya sangat dipengaruhi hasil pendidikan, yaitu geometris sintetik.

Namun kemudian sekitar tahun 1960-an ia mulai menuju eksperimentasi pada bentuk abstrak lewat tempelan potongan kertas dan spontanitas warna.

Memasuki 1970-an cenderung impresionis lewat cat air dan ekpresionis lewat cat miyak dan sering memasukkan unsur simbolis dalam lukisannya.

Pada masa-masa akhir ini, karyanya muncul dalam bentuk simplifikasi dengan garis horison yang kuat, selain juga lukisan figur-figur puitis yang terinspirasi ajaran Zen.

Arsip Sejarah

Srihadi menggunakan ragam medium untuk menuangkan buah pikirnya. Tidak hanya kanvas, tapi juga kerta-kertas yang digunakannya untuk melukis sketsa.

Sebagai pelukis murni, kanvas-kanvas Srihadi tidak sekedar menempelkan bayangan imajinasi yang berkelindan di pemikirannya ke dalam kanvas.

Lebih dari itu, Srihadi adalah wartawan pelukis karena di dalam karya-karyanya ia memuat arsip sejarah yang bercerita tentang perjalanan bangsa Indonesia lewat bahasa visual.

Bagi Srihadi, sketsa menuntut kecepatan respon terhadap realita yang terjadi pada saat melukis. Sementara drawing merupakan tahap lanjut dari sketsa dengan menambahkan lebih banyak unsur termasuk warna dan komposisi.

Merujuk pada empat pilar peradaban, yaitu filsafat, agama, sains, dan seni, maka Srihadi adalah seorang pelukis yang bukan sekadar berkarya, tapi secara intelektual mengolah narasi sejarah yang tercecer untuk dipadukan menjadi arsip yang penting.

Lewat karya-karyanya publik dapat mengenal pelbagai peristiwa di masalalu dengan masing-masing tekanan dan fragmentasi sosial dan politik yang terjadi.

Selama masa pergolakan di awal kemerdekaan, misalnya, Srihadi yang turut serta dalam perang gerilya tahun 1947, menggambarkan situasi perang dalam lukisanya berjudul “Reruntuhan Kapal VT-CLA” (1947).

Tidak hanya tema perjuangan atau kehidupan manusia modern yang terlukis dalam kanvasnya, Srihadi juga mengusung tema alam dan cinta dalam karyanya.

Bermula dari kedalaman pikirannya, Srihadi dalam lukisannya senantiasa mengaitkan hubungan transendental antara manusia dengan kejiwaannya.

Biografi Hidup

Perjalanan Srihadi Soedarsono Berkarya

Srihadi adalah salah satu maestro kebanggaan Indonesia, lahir di kota Budaya Surakarta, pada 4 Desember 1931. Karyanya banyak diburu kolektor asing.

Maestro bernama lengkap Prof. KRHT H. Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, ini pernah diangkat menjadi anggota Tentara Pelajar pada rentang tahun 1945-1948.

Karier militernya berakhir ketika terjadi rasionalisasi dengan pangkat sersan mayor dan bersekolah lagi di SMA II Surakarta.

Periode 1947-1952, ia bergabung dalam Seniman Indonesia Muda di Solo dan Yogyakarta. Menjadi anggota aktif dalam pembentukan Himpunan Budaya Surakarta di Solo tahun 1950, dan juga aktif mengikuti pameran seni rupa di Solo dan Yogyakarta.

Pada 1952 Srihadi memasuki pendidikan seni di Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (sekarang Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung).

Tiga tahun kemudian, ia turut andil menciptakan logo Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR). Logo tersebut berbentuk palette dengan kata-kata “Seni Rupa Bandung” dengan lambang Universitas Indonesia. Setelah Maret 1959, bentuk Ganesha menggantikan logo UI pada palette tersebut.

Setelah lulus sarjana seni rupa dan diwisuda pada 1959, ia mendapatkan beasiswa dari ICA untuk belajar di Amerika Serikat pada 1960.

Di sana ia melanjutkan kuliah di Ohio State University hingga mendapat gelar Master of Art (MA) pada 1962.

Dari pernikahannya dengan Siti Farida Nawawi, ia dikaruniai tiga orang anak. Mereka adalah Tara Farina, Rati Farini, dan Tri Krisnamurti Syailendra.

Mei 1969 Srihadi diangkat menjadi PNS dan menjadi guru besar Seni Rupa pada 1992. Ia menjadi pengajar pada dua perguruan tinggi, yaitu Institut Teknologi Bandung dan Institut Kesenian Jakarta. Tahun 2007, masa jabatannya sebagai PNS berakhir.

Sebagai pelukis yang berdedikasi, ia mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain: Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia pada 1971, Cultural Award dari Pemerintah Australia tahun 1973, Fulbright Grant dari Pemerintah AS pada 1980, dan Hadiah Terbaik di ajang Bienalle III Seni Lukis Indonesia.

Adapun karya-karyanya, antara lain: “17|71: Goresan Juang Kemerdekaan” Installation View #1 (2016), Ancient Pagan, Journey of the Soul (2012), Angkor Wat, Journey of the Soul (2012), Bali Beach (Seascape in Bali) (1981), Baris, the Warior-the Energy of Love And Peace (2012), Bedaya-Fight for Freedom, Love and Peace (2012), Farida and Tara (2012), Installation View (2012), serta masih banyak lagi.